Selasa, 06 Juli 2010

konfigurasi ftp server dengan UBUNTU 9.10

Step by Step Instal as Ion Ftp Server

DOMAIN CONTROLLER

Domain Controller

billing warnet dengan Ubuntu 9.10

Laporan Tugas Besar System Administrator

konfigurasi DHCP di UBUNTU 9.10

Kita dapat melakukan konfigurasi server DHCP menggunakan dua metode yaitu:
Pool Alamat
Metode ini ditentukan dengan  mendefinisikan sebuah 
pool/kumpulan (sering juga disebut dengan istilahjangkauan atau lingkup) dari alamat-alamat IP dimana komputer klien DCHP mendapatkan konfigurasi jaringannya secara dinamis dengan ketentuan siapa lebih dulu datang lebih dulu dilayani (first come first serve). Ketika komputer klien tidak lagi terhubung ke server jaringan untuk jangka waktu tertentu, maka konfigurasi yang telah diterimanya akan kedaluarsa dan dilepaskan kembali ke alamat pool agar bisa digunakan oleh klien DHCP yang lain.
Alamat MAC
Metode ini menggunakan DHCP untuk mengidentifikasi alamat unik suatu perangkat keras (MAC address) dari setiap kartu jaringan yang terhubung ke server jaringan dan secara terus menerus memberikan konfigurasi yang konstan setiap kali klien DHCP  tersebut melakukan permintaan ke server DHCP.
Install Server DHCP
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan instalasi dan konfigurasi server DHCP menggunakan distro Linux 
Ubuntu 9.10 (Koala Karmic):
sudo apt-get install dhcp3-server
Tunggu sampai proses instalasi selesai.
Mengkonfigurasi Server DHCP
Jika terdapat dua kartu jaringan pada server Ubuntu, pilih salah satu interface kartu jaringan yang akan digunakan untuk mengaktifkan server DHCP. Secara default kartu jaringan yang digunakan adalah eth0.
Untuk mengaktifkan server DHCP, kita harus menyunting file /etc/default/dhcp3-server.
sudo vi /etc/default/dhcp3-server
Pada contoh dibawah ini, diasumsikan hanya terdapat sebuah kartu jaringan, yaitu eth0:
Pastikan baris dibawah ini terdapat pada file /etc/default/dhcp3-server:
INTERFACES=”eth0"
Bila terdapat kartu jaringan yang lain, silakan diganti sesuai dengan kebutuhan misalnya eth0 diganti dengan eth1. Kemudian simpan dan keluar dari editor.
Langkah berikutnya adalah melakukan penyuntingan pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Sebelum melakukan perubahan pada file tersebut sebaiknya kita membuat salinannya untuk berjaga-jaga kalau terjadi kesalahan.
Lakukan perintah dibawah ini untuk membuat salinan:
cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf.back
Kemudian sunting file /etc/dhcp3/dhcpd.conf dengan perintah berikut:
sudo vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Menggunakan Metode Pool Alamat
Kita harus melakukan perubahan pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf seperti yang nampak dibawah ini:
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;

option routers 192.168.1.254;

option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name “domain-anda.com”;

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.200;
}
Selanjutnya simpan dan keluar dari layar editor.
Konfigurasi server DHCP diatas akan memberikan klien sebuah alamat IP dari jangkauan 192.168.1.10 – 192.168.1.200. Memberikan waktu sewa (lease time) pada sebuah alamat IP selama 600 detik jika klien tidak tidak meminta batas waktu  yang spesifik. Disamping itu waktu sewa maksimum yang diijinkan adalah selama 7200 detik. Server juga menentukan netmask yang digunakan pada klien adalah 255.255.255.0, alamat broadcast yang digunakan adalah 192.168.1.255, alamat router atau gateway yang diberikan adalah 192.168.1.254 dan server DNS yang digunakan adalah 192.168.1.1 dan 192.168.12.
Menggunakan Metode Alamat MAC
Metode ini dapat digunakan untuk memberikan beberapa mesin atau semua mesin komputer dengan alamat IP tetap (fixed IP). Pada contoh berikut mesin-mesin dengan nama starling1, starling2, printer1 dan printer2 akan menggunakan alamat IP yang tetap.
Tambahkan baris pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf, sehingga nampak seperti di bawah ini:
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;
option routers 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name “domain-anda.com”;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.200;
}

host starling1 {
hardware ethernet 00:1b:63:ef:db:54;
fixed-address 192.168.1.20;
}

host starling2 {
hardware ethernet 00:0a:95:b4:d4:b0;
fixed-address 192.168.1.21;
}

host printer1 {
hardware ethernet 00:16:cb:aa:2a:cd;
fixed-address 192.168.1.22;
}

host printer2 {
hardware ethernet 00:0a:95:f5:8f:b3;
fixed-address 192.168.1.23;
}
Sekarang aktifkan konfigurasi server DHCP di atas tersebut dengan perintah berikut:
sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart
Lakukan test pada beberapa komputer klien untuk memastikan server DHCP sudah berfungsi dengan benar.

membuat DNS server di LINUX UBUNTU 9.10


Di asumsikan kita sudah melakukan instalasi Ubuntu Linux Server versi 9.10 (Karmic Koala) dan sudah berfungsi dengan benar. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan instalasi paket yang berhubungan dengan server DNS:

Install paket bind9 dan dnsutils

$ sudo apt-get install bind9 dnsutils
Hasil instalasi bind9 terdapat pada folder /etc/bind.

Setting cache server

Sunting file /etc/bind/named.conf.options, hilangkan tanda komentar ( // ) dan ganti angka 1.2.3.4 dengan alamat server DNS yang diberikan oleh ISP langganan Anda (pada contoh ini IP DNS adalah 8.8.8.8, milik Google).
forwarders {
8.8.8.8;
};
Restart service bind dengan:
$ sudo /etc/init.d/bind9 restart
Untuk menguji hasil cache server ini, lakukan perintah berikut:
$ dig –x 127.0.0.1
$ dig yahoo.co.id
Pastikan output dari dig mendapatkan ANSWER: 1 (bukan 0).

Membuat File Zone

File zone diperlukan untuk resolving (pemetaan) nama ke alamat IP. Ikuti langkahnya:
Sunting file /etc/bind/named.conf.local, dan buat zone starlinghost.com:
zone “starlinghost.com” {
     type master;
     file “/etc/bind/db.starlinghost.com”;
};
Isi file dari db.starlinghost.com dapat disalin dari file db.local dan dilakukan modifikasi seperlunya. Lihat langkah dibawah ini untuk menyalinnya:
# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.starlinghost.com
Sunting file /etc/bind/db.starlinghost.com dengan ketentuan:
  • Ganti localhost. dengan nama_domain yang akan digunakan, yaitu starlinghost.com.
  • Ganti root.localhost dengan webmaster.starlinghost.com (perhatikan disini email menggunakan tanda titik (.) bukan @ untuk pemisah dengan domainnya).
  • Jangan menghapus tanda “.” yang sudah ada pada setiap akhir nama host.
; Zone file for starlinghost.com
$TTL  604800                             ; 2 hours
@          IN   SOA     ns1.starlinghost.com. webmaster.starlinghost.com. (
                              2          ; Serial
                         604800          ; Refresh
                          86400          ; Retry
                        2419200          ; Expire
                         604800 )        ; Negative Cache TTL
;
..
                 NS     ns1.starlinghost.com.
@                 A     172.168.10.25
ns                A     172.168.10.20
www               A     172.168.10.25
idschool      CNAME     www

Membuat File Reverse Zone

File reverse zone ini diperlukan mengkonversi alamat IP ke nama. Berikut adalah langkah yang harus dilakukan.
Sunting file /etc/bind/named.conf.local, dan masukkan reverse zone berikut:
zone “10.168.172.in-addr.arpa” {
     type master;
     notify no;
     file “/etc/bind/db.172”;
};
10.168.172 di dapatkan dari reverse alamat (3 oktet pertama) dari alamat IP yang digunakan untuk server DNS ini.
Langkah berikutnya adalah membuat file db.172 dengan menyalin file db.127:
# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.172
Sunting file /etc/bind/db.172, dengan ketentuan:
  • Ganti localhost. dengan domain yang akan digunakan, yaitu starlinghost.com.
  • Ganti root.localhost. dengan webmaster.starlinghost.com. (perhatikan disini email menggunakan tanda titik (.) bukan @ untuk pemisah dengan domainnya).
  • Jangan menghapus tanda “.” yang sudah ada pada setiap akhir nama host.
Berikut adalah hasil setelah perubahan pada file /etc/bind/db.172, setelah di sesuaikan:
; Zone file for reverse zone 10.168.172.in-addr.arpa (172.168.10.x)
$TTL  604800                            ; 2 hours
@          IN  SOA     ns1.starlinghost.com. webmaster.starlinghost.com. (
                             2          ; Serial
                        604800          ; Refresh
                         86400          ; Retry
                       2419200          ; Expire
                        604800          ; Negative Cache TTL
;
@          IN    NS    ns1.
20         IN    PTR   ns1.starlinghost.com.
25         IN    PTR   www.starlinghost.com.
Restart kembali bind:
$ sudo /etc/init.d/bind9 restart

Sunting file /etc/resolv.conf dengan:

$ sudo /etc/resolv.conf
Isi seperti dibawah ini:
search starlinghost.com
nameserver 172.168.10.20

Lakukan pengujian:

$ named-checkzone starlinghost.com /etc.bind/db.starlinghost.com  // check zone starlinghost.com
$ named-checkzone starlinghost.com /etc.bind/db.172 // check reverse zone untuk starlinghost.com
Kedua perintah pengujian diatas harus memberikan jawaban OK.
Lakukan ping :
$ ping starlinghost.com
$ ping www.starlinghost.com
$ ping idschool.starlinghost.com
Pastikan hasilnya memberikan jawaban (reply).

Minggu, 16 Mei 2010

langkah-langkah compile kernel di linux

 sebelum mlakukan compile kernel kita harus melakukan update supaya tidak terjadi kegagalan yaitu dengan
$ apt-get update
setelah selesai melakukan update ikutilah langkah-langkah dibawah ini
1. siapkan paket yang dibutuhkan
$ apt-get install kernel-package libncurses5-dev build-essential fakeroot

2. paket ubuntu di download (ubuntu.org)
file yang didownload kemudian di extract dan disimpan di home
$ tar -jxf linux-2.6.16.13.tar.bz2
$ cd linux-2.6.16-13

3. kemudian copy konfigurasi pada kernel dan di paste di terminal
$ cp /boot/config-2.6.31-14-14-386 ./.config

4. untuk menyesuaikan konfigurasi yang baru dengan yang lama  ketik
$ make oldconfig

kemudian enter

5. kemudian
$ make menuconfig

6. compile kernel tersebut
$ fakeroot make-kpkg –initrd –bzimage kernel_image


7. kemudian install
$sudo dpkg -i kernel-image-2.6.15_10.00.Custom_i386.deb

8. restart

Sabtu, 08 Mei 2010

add organize, group, user pada windows 7

sebelum melakukan ini harus menginstal active directory duluan. setelah itu ikuti langkah-langkah dibawah.

Cara menambahkan Organize :
1. Klik Start -> All Programs -> Administrative Tools -> Active Directory User and Computer
2. Klik kanan pada nama domain kemudian ambil New. Pilih Organizational Unit.














3. Pada  kotak dialog isikan nama organisasi, kemudian klik Ok














4. Jika telah sukses maka akan terlihat seperti di bawah ini














Cara menambahkan Group :
1. Klik Start -> All Programs -> Administrative Tools -> Active Directory User and Computer
2. Klik kanan pada nama organisasi yang telah dibuat, kemudian ambil New. Pilih Group.














3. Pada  kotak dialog isikan nama group. Biarkan settingannya default, kemudian klik Ok














4. Jika telah sukses maka akan terlihat seperti di bawah ini


















Cara menambahkan User :
1. Klik Start -> All Programs -> Administrative Tools -> Active Directory User and Computer
2. Klik kanan pada nama organisasi yang telah dibuat, kemudian ambil New. Pilih User.














3. Pada  kotak dialog isikan nama kotak dialog tersebut. Kik Next untuk melanjutkan.














4. Masukkan password untuk user. Klik Next.


















5. Klik Finish.